Home > Update > 6 Tren E-Commerce di Indonesia Tahun 2019

6 Tren E-Commerce di Indonesia Tahun 2019

By Marketing | February 21st 2019, 03:17:56 PM

Apa toko online-mu sudah bergabung dengan salah satu atau lebih e-commerce? Kalau sudah, kamu perlu tau nih, tren seputar e-commerce yang diperkirakan akan marak sepanjang tahun 2019. Perkiraan angka belanja online yang akan terus meningkat pada tahun ini, para pelaku e-commerce akan semakin gencar menghadirkan berbagai inovasi baru untuk menggaet pelanggan baru dan tentunya juga untuk mempertahankan pelanggan lama supaya enggak lari ke lapak lain. Dengan adanya inovasi baru ini sudah dapat dipastikan persaingan antar e-commerce dirasakan menjadi kian seru. Simak dulu yuk, tren bisnis online apa aja yang akan muncul berikut ini!

1.      Cross border e-commerce mendapat kesempatan di pasar Indonesia

Cross border e-commerce atau e-commerce lintas batas tampaknya mendapatkan kesempatan besar tahun ini di Indonesia berkat media sosial ketika fungsinya kini beralih dari media narsis menjadi media berbisnis. Brand atau produk impor yang enggak memiliki modal besar untuk berekspansi ke pasar Indonesia memanfaatkan media sosial untuk bisa menyelinap di antara pasar lokal. Dengan media sosial, penjual dari luar Indonesia bisa dengan mudah memasarkan produk mereka tanpa harus datang dan membuka bisnisnya di Indonesia. Apalagi Indonesia yang berpenduduk 250 juta jiwa tentunya menjadi target menjanjikan untuk pemain e-commerce asing. Adanya e-commerce lintas batas ini memungkinkan konsumen Indonesia dapat mencoba produk luar negeri tanpa harus berpergerian ke negara asal produk tersebut. Produk-produk impor yang banyak diminati saat ini terbatas pada produk sehari-hari yang sifatnya ringan, seperti makanan, fashion, dan perawatan tubuh.


2.      Transaksi belanja online via perangkat mobil meningkat

Coba perhatikan kebiasaanmu sendiri, lebih sering mengakses internet melalui laptop atau melalui smartphone? Menurut data dari Google dan Temasek yang dikutip dari artikel medcom.id “Menurut Shopback, Ini 6 Tren E-CommerceTahun 2019”, 94% masyarakat Indonesia mengakeses internet melalui smartphone dan rata-rata waktu yang dihabiskan adalah selama empat jam dalam sehari. Dari persentase tersebut, 68% pengguna mobile adalah yang belanja online. Jadi, dari angka tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa transaksi belanja online lebih sering diakses melalui perangkat mobile dan jumlahnya ini diperkirakan akan terus bertambah.


3.      Tren cashless kian diminati

Kalau kamu memerhatikan belakangan ini banyak start-up yang bergerak di bidang pembayaran digital mulai bermunculan. Ini menandakan bahwa sekarang masyarakat Indonesia cenderung lebih menyukai transaksi cashless. Mereka merasa lebih fleksibel dalam mengalokasikan sumber dana mana pun dengan memilih berbagai pilihan bentuk dan media transaksi. Kehadiran start-up-start-up ini juga dibarengi dengan promo-promo menarik yang mereka suguhkan kepada konsumen yang semakin membuat nama mereka kian populer, sehingga konsumen berlomba-lomba mengunduh aplikasinya.


4.      Cashback semakin sering dilakukan sebagai media promosi

Apa kamu termasuk penikmat promo cashback? Sekarang saatnya kamu mencobanya untuk ajang promosi toko online-mu! Katanya tahun ini cashback atau uang kembali akan menjadi tren promosi untuk menarik perhatian konsumen. Kelihatannya tahun ini, persaingan pelaku e-commerce enggak cuma perang harga aja, tapi mereka juga saling bersaing dalam membuat dan memberikan berbagai promo seru lainnya kepada konsumen.


5.       E-commerce mulai menjangkau pasar luar Pulau Jawa

Berdasarkan data Nielsen Desember 2018 yang dikutip dari artikel medcom.id “Menurut Shopback, Ini 6 Tren E-CommerceTahun 2019”, jumlah transaksi di luar Pulau Jawa diperkirakan akan naik sebanyak 6% dari data transaksi sebelumnya. Daerah di luar Pulau Jawa memiliki potensi market yang cukup menjanjikan untuk para pelaku e-commerce. Maka dari itu, selain mempertahankan pasar di kota-kota Pulau Jawa, e-commerce mulai gencar menjangkau pulau lain tahun ini.


6.      Perusahaan logistik terus memperbaiki layanan

Karena permintaan belanja online kian meningkat, maka permintaan pengiriman juga ikut meningkat. Dan di tahun ini para pelaku logistik semakin berbenah diri dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas layanan untuk para pelaku belanja online. Kondisi yang membaik ini disebabkan adanya dorongan dari permintaan masyarakat untuk bisa mendapatkan layanan pengiriman yang cepat dan aman.

Keenam tren ini bisa menjadi acuanmu sebagai pebisnis online dalam mengikuti perkembangan dunia e-commerce. JX sebagai partner logistik tentunya berusaha untuk terus memperbaiki diri untuk dapat memberikan layanan yang terbaik untuk para klien ataupun customer kami. Semua itu dapat dicapai apabila JX mendapat kepercayaan darimu. Jadi, kami mohon dukunganmu selalu! ;-)

More from Update