Home > News > D.I Pandjaitan: Asisten Logistik Andalan Angkatan Darat Pilihan Ahmad Yani

D.I Pandjaitan: Asisten Logistik Andalan Angkatan Darat Pilihan Ahmad Yani

By Marketing | November 26th 2019, 07:08:03 PM

Tekad kuat Donal Izacus Pandjaitan muda untuk masuk tentara tidak bisa dihalangi lagi. Pekerjaannya di perusahaan kayu Panglong 40 rela ia tinggalkan. Berbekal ijazah HIS, raport kelas tiga MULO, surat rekomendasi dari mantan atasannya di Ataka, serta kemampuan bahasa Jepang, Donald diterima masuk Gyugun (tentara sukarela) Pekanbaru. Setelah berlatih di Gyugun, Donald mendapat gelar sebagai Letnan (Gyu Shoi). Namun, baru sebentar menyandang pangkat tersebut, Gyugun dibubarkan setelah Jepang menyerah pada 14 Agustus 1945. Donald pun kehilang pekerjaannya itu di Riau.

Tidak perlu menunggu lama untuk kembali ke militer, Donald segera bergabung ke dalam BKR (Badan Keamanan Rakyat) di Riau setelah Kemerdekaan RI diproklamasikan. Di BKR, D.I Pandjaitan dijadikan kepala urusan latihan. Kemudian, ketika BKR diganti menjadi TKR (Tentara Keamanan Rakyat), ia diangkat menjadi Komandan Batalyon di Resimen IV Riau. Usianya masih 20 tahun saat memiliki pangkat itu.

Kemampuannya di bidang logistik dimulai ketika Pekanbaru kekurangan persediaan beras. Pandjaitan bersama TKR Pekanbaru berhubungan dengan TKR Tapanuli. Kain-kain milik sekutu dari Singapura yang ada di Pekanbaru ia barter dengan beras dari Tapanuli. Letnan T.D. Pardede yang memimpin TKR Tapanuli membawa enam truk berisi kain bahan pakaian ke Tapanuli, dan Pandjaitan kembali membawa beras.

Keahlian Pandjaitan di logistik lainnya kembali mendapat tantangan ketika masa Pemerintahaan Darurat Republik Indonesia (PDRI) tahun 1949. Pandjaitan terlibat sebagai pemimpin dari Pusat Perbekalan Pemerintah—yang bergerilya di pedalaman Sumatra setelah ibukota Yogyakarta diduduki Belanda. Kuatnya blockade ekonomi lewat laut oleh Belanda memaksa Pandjaitan terlibat usaha penyediaan diam-diam dalam perang terhadap Belanda itu.

Pengalamannya ini membuat ia diangkat menjadi Asisten 4/Logistik Menteri/Panglima Angkatan Darat (Menpangad) sejak 1 Juli 1962 setelah ia mengakhiri dinasnya sebagai Atmil di Jerman. Ahmad Yani-lah yang memilih langsung Pandjaitan sebagai membidangi urusan logistik ini ketika Yani menjadi nomor orang nomor satu di Angkatan Darat. Posisi Menpangad itu kira-kira saat ini setara dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Dalam jabatannya yang baru itu, ia berpangkat Kolonel. Tahun berikutnya Pandjaitan dapat bintang dan menjadi Brigadir Jenderal pada 1963. Posisinya sebagai orang dekat Yani membuatnyaa masuk ke daftar penculikan oleh kelompok perwira pimpinan Letnal Kolonel Untung.

Dari cerita D.I. Pandjaitan di atas kita bisa tahu bahwa logistik sangat dekat dengan dunia militer. Memang dijelaskan di dalam satu penjelasan pengertian logistik dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Logistik tidak hanya diartikan sebagai pengadaan, distribusi, penyediaan perlengkapan saja lho, tapi juga meliputi perawatan, perbekalan, dan ketenagaan. Terdapat istilah logistik militer yang memiliki fungsi untuk menyediakan segala persiapan dan tindakan yang diperlukan untuk memperlengkapi pasukan dengan alat dan perbekalan agar dapat bertempur dalam kondisi yang paling baik dan menguntungkan.

Jadi, bisa kita bayangkan kurang lebih itulah yang menjadi tugas atau hal-hal yang dilakukan oleh D.I. Pandjaitan selama berkarier di militer sebagai Asisten Logistik di Angkatan Darat. Semua penanganan seluk-beluk operasi militer berada di bawah tanggung jawabnya. Lebih spesifik lagi terdapat dua sistem logistik milter, yaitu: logistik pertahanan dan logistik wilayah. Logistik pertahanan adalah segala upaya dalam menentukan kebijakan, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan pengendalian melalui tahap pembinaan dan penggunaan personel, material, fasilitas, dan jasa sesuai tuntutan operasional, baik dalam jumlah, mutu, waktu, jenis, tempat, dan kondisi serta dapat mempertahankan kesiapannya selama digunakan.

Logisik pertahanan bertugas menjembatani antara garis depan dengan garis belakang, dan proses logistik merupakan unsur ekonomi dalam operasi-operasi militer. Sedangkan logistik wilayah meliputi penyiapan dukungan logistik yang ditetapkan pada lokasi dan jarak dari medan-medan pertahanan dan daerah-daerah pangkal pertahanan dan perlawanan. Pembangunan pusat-pusat dukungan logistik sesuai dengan lokasi pusat pengembangan ekonomi dan industry (sesuai tata ruang wilayah negara) yang memadukan kepentingan politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan.

More from News