Home > Other > Kolaborasi, Yuk! Tapi Ketahui 6 Prinsipnya Dulu, Ya!

Kolaborasi, Yuk! Tapi Ketahui 6 Prinsipnya Dulu, Ya!

By Marketing | July 18th 2019, 03:37:49 PM

Pertambahan toko online di internet semakin banyak dari waktu ke waktu. Setiap hari selalu ada aja toko online baru yang hadir untuk memanjakan para pecinta online shopping di Indonesia. Hal ini menandakan kalau persaingan yang ada di antara para pebisnis online menjadi semakin ketat dan membuat kita harus terus berinovasi untuk mempertahankan eksistensi bisnis online milik kita. Inovasi tersebut bisa berupa meluncurkan produk atau layanan baru, memberikan penawaran promo yang beda dari toko online lain, atau membuat strategi marketing yang baru.

Inovasi lainnya yang mungkin belum kamu coba adalah berkolaborasi dengan brand toko online lain. Di era kompetitif seperti sekarang kita perlu memandang kolaborasi sebagai strategi yang patut dicoba untuk mendorong bisnis agar terus berkembang. Dengan adanya kolaborasi, kedua brand yang bekerja sama bisa saling melengkapi dan memperoleh keuntungan bersama atau mutual benefit. Sebelum kamu benar-benar melakukan kolaborasi dengan brand lain, bekali dulu dirimu dengan prinsip-prinsip dasar berkolaborasi di bawah ini, yuk!

1.    Prinsip Pertama: Kejelasan (Clarity)

Ketika dua orang sepakat untuk berkolaborasi, prinsip pertama yang harus selalu diingat adalah kejelasan baik dalam peran maupun tanggung jawab. Setiap orang yang terlibat dalam kolaborasi harus memahami secara jelas apa dan bagaimana tugasnya. Saat seluruh anggota tim udah mengetahui betul perannya, proses kolaborasi jadi bisa lebih cepat dan mudah buat dijalankan.

 

2.    Prinsip Kedua: Fleksibel (Flexibility)

Karena kolaborasi melibatkan latar belakang dari dua orang/tim atau lebih dan tempat asal yang berbeda, so prinsip kedua yang harus dimiliki oleh tim adalah sifat fleksibel. Prinsip kedua ini dubutuhkan supaya setiap anggota tim dapat dengan cepat menyesuaikan diri satu sama lain ketika proses kolaborasi berlangsung. Rasanya seperti sebuah tantangan yang harus dihadapi bersama ya, Guys? Yang penting kamu tau kunci dari tantangan ini, yaitu konektivitas antaranggota tim harus dijaga dengan baik dan optimal agar proses berbagi ide dan solusi dapat tersampaikan dengan baik pula. Tapi dengan hadirnya perangkat dan aplikasi berteknologi canggih, konektivitas bukan lagi menjadi pekerjaan rumah yang berat karena teknologi memungkinkan semua orang bisa terhubung dan bekerja dari mana, kapan saja.

   

3.    Prinsip Ketiga: Keberagaman (Diversity)

Kolaborasi yang kamu lakukan dengan partner bisnismu harus bisa menghargai keberagaman. Perbedaan ide dalam membuat suatu karya merupakan hal biasa, kan? Kalau perbedaan itu dihadapi dengan pikiran terbuka dan kreatif malah dapat mendatangkan keuntungan bagi kedua belah pihak. Keberagaman yang ada juga dapat melatih kita untuk bersikap kooperatif dan berkompromi dalam segala kondisi. Kalau bisa dihadapi dengan baik, keberagaman tersebut justru bisa memperkaya projek kolaborasi dengan berbagai ide yang fresh dan menarik sehingga mampu menghadirkan inovasi yang ciamik, deh!

 

4.    Prinsip Keempat: Kekeluargaan (Family)

Kita harus memandang tim kolaborasi yang lagi dijalankan merupakan sebuah keluarga, di mana masing-masing anggota saling mengisi, melengkapi, dan bergantung kepada satu sama lain demi mencapai keberhasilan. Tugas, peran, dan tanggung jawab antaranggota memang berbeda dan harus jelas pembagiannya, tapi kita tetap harus saling terbuka dan menyadari permasalahan yang dihadapi oleh anggota yang lain. Kolaborasi ini dilakukan untuk menjadi sukses bersama, enggak ada tuh, tuduh-tuduhan siapa yang menjadi pemenang dan siapa yang menjadi pecundang. Setuju gak?

 

5.    Prinsip Kelima: Kompensasi (Compensation)

Setiap anggota tim telah berkontribusi untuk keberhasilan kolaborasi. So, enggak ada salahnya untuk saling mengapresiasi dengan memberikan pujian atau reward sekalipun. Apa pun posisi dan pekerjaannya, anggota tim layak mendapatkan kompensasi yang sesuai dengan tugas dan prestasinya. Adanya kompensasi, anggota tim akan merasa dihargai atas kerja keras mereka. Jika mereka merasa telah diapreasiasi dengan layak, kemungkinan besar pada projek selanjutnya mereka akan menunjukkan kontribusi dan loyalitas yang lebih besar lagi.

 

6.    Prinsip Keenam: Menjawab Resistensi (Resistance)

Prinsip terakhir yang enggak boleh kamu lupakan ketika menjalankan kolaborasi adalah resistensi atau ketahanan dari masing-masing anggota tim. Kolaborasi yang melibatkan banyak orang dengan karakter dan latar belakang berbeda enggak jarang menimbulkan benturan yang bisa membuat tim menjadi enggak nyaman. Sebagai pemimpin, kamu harus bisa menyikapi persoalan resistensi tim dengan cara memberikan motivasi, kepercayaan, dan memberikan tugas-tugas yang sifatnya team work agar antaranggota bisa saling berinteraksi dan memiliki kesempatan untuk membuka diri dan mengenal. Apabila prinsip keenam ini dapat kamu lalui dengan baik, tim kolaborasi bisa bekerja efektif dan solid untuk menghasilkan karya kolaborasi yang menguntungkan.

More from Other