Home > News > Pelaku Usaha dan UMKM Harus Bisa Beradaptasi di Era New Normal

Pelaku Usaha dan UMKM Harus Bisa Beradaptasi di Era New Normal

By Marketing | June 26th 2020, 02:30:21 PM

New normal sudah di depan mata. Agar siap menghadapi era ini, kita harus bisa beradaptasi. Adaptasi yang dimaksud bukan hanya berhubungan dengan protokol kesehatan, tapi juga semua aspek kehidupan, tidak terkecuali ekonomi. Seperti yang kita ketahui, pemerintah di banyak negara termasuk Indonesia sudah membolehkan masyarakat untuk melakukan kegiatan di luar rumah dengan mematuhi protokol kesehatan agar roda perekonomian kembali berputar.

Direktur Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Pribadi Santoso mengungkapkan, COVID-19 dan penanganannya membawa perubahan perilaku masyarakat. Salah satunya gaya hidup masyarakat akan lebih banyak dilakukan di rumah. Oleh sebab itu, UMKM harus beradaptasi dengan berbagai perubahan tersebut. Di antaranya dengan mengembangkan platform yang mendukung agar produk yang dihasilkan bisa di akses dari rumah. “Pengembangan platform digital sangat membantu. Orang lebih banyak di rumah, tapi tetap bisa melakukan kegiatan termasuk transaksi, maka platform digital ini menjadi penting,” ujar Pribadi Santoso yang dikutip dari wawancaranya di ringtimesbanyuwangi.com (6/6).

Ketua Umum Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas), Bayu Priawan Djokosoetono juga mengatakan bahwa pelaku usaha harus mampu beradaptasi dengan cepat dalam situasi seperti ini. "Para pelaku usaha di Indonesia, baik itu UMKM, perusahaan besar atau perusahaan kecil lainnya harus mulai bisa beradaptasi. Mereka harus bisa meng-update skill mereka untuk menghadapi krisis seperti sekarang," jelas Bayu dalam video konferensi yang dikutip dari merdeka.com, Rabu (27/5). Menurut Bayu, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan skill adalah dengan digitalisasi.

Founder the Local Enablers, Dwi Purnomo, menilai era new normal sebagai era paradigma baru di mana seluruhnya bisa menjadi peluang untuk dimanfaatkan. Namun, yang terpenting adalah pelaku UMKM harus mengubah cara pandangnya dari fixed mindset menjadi growth mindset, yakni cara pandang melihat segala sesuatu sebagai peluang dan bukan sebagai sebuah kesulitan. Dwi menjelaskan pada era pandemi, UMKM yang berhasil adalah UMKM yang mampu mengubah cara berpikir, bisnis, dan yang terpenting adalah tujuannya.

Di tempat terpisah, founder dan sekaligus CEO Dusdusan.com, Christian Kustedi mengatakan, para pelaku UMKM harus bisa menyusun strategi digital sebagai bagian dari adaptasi untuk situasi new normal. “Dengan menyusun strategi digital, bisa membantu para pelaku UMKM untuk dapat bertahan dan juga tetap berkembang dalam kondisi saat ini,” ujarnya yang dikutip dari kliklegal.com di Jakarta (14/6).

Menurut Christian, ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam merancang strategi digital untuk para UMKM, yaitu sebagai berikut: 

1.      Konten

Para UMKM harus mampu membuat konten. Konten yang disajikan pun harus dibungkus dengan menarik dan sesuai dengan target market. “Memanfaatkan hal yang sedang populer juga dapat meningkatkan engagement atau perhatian audience terhadap konten kita,” ujar Christian. 

2.      Mengumpulkan dan menganalisa database

Mengumpulkan dan menganalisa database. “Karena berfungsi untuk memaksimalkan promosi kepada audience yang tepat,” lanjut Christian. 

3.      Adsense atau iklan

Christian menjelaskan, dengan membuat iklan dapat memperluas capaian konten yang dibuat melalui digital kepada pengguna baru di luar database yang masih sesuai dengan target market. Tak hanya itu, Christian menambahkan, pelaku UMKM juga perlu melakukan taktik atau strategi dalam digital marketing. “Tujuannya agar bisa mempromosikan sebuah produk atau jasa untuk meningkatkan brand awareness yang pada akhirnya bisa meningkatkan jumlah pembelian,” ungkapnya. Ia menyebutkan, salah satu cara yang bisa dilakukan UMKM dalam digital marketing yaitu dengan cara merilis teaser produk, lalu membuat trailer yang berisi product knowledge, harga, hingga tanggal launching produk tersebut. Setelahnya, para pelaku UMKM bisa membuat timeline seperti pre-order dan sejenisnya.

Christian juga mengatakan, di masa seperti yang sekarang ini, penting sekali bagi para UMKM untuk melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk dapat bergerak lebih cepat dan efektif.  “Namun, dalam melakukan kolaborasi perlu diingat harus mencari partner yang tepat dan sesuai dengan visi yang sama. Saya optimistis dengan keadaan new normal ini saya anggap ini permanen. Yang harus dipersiapkan UMKM untuk menghadapi new normal ini adalah mereka harus punya speed yang jauh lebih cepat,” pungkasnya. 

More from News