Home > Tips > Peluang Usaha Masker Kain di Tengah Pandemi Corona

Peluang Usaha Masker Kain di Tengah Pandemi Corona

By Marketing | June 7th 2020, 10:12:09 AM

Masker sudah menjadi keperluan bahkan barang wajib yang dimiliki semua orang selama pandemi. Fenomena ini membuat masker medis menjadi barang yang cukup langka. Walaupun ada, harganya bisa menjadi sangat mahal. Tidak heran di setiap apotek dan toko-toko kesehatan, pembelian masker dibatasi untuk mencegah masyarakat memborong dan dijual kembali dengan harga tinggi.

Namun, di balik kondisi ini, para ahli menyarankan agar masyarakat menggunakan masker yang terbuat dari bahan kain. Walaupun keefektifannya tidak bisa dibandingkan dengan masker medis, tapi masker kain bisa dijadikan sebagai alternatif, ketimbang tidak menggunakan masker sama sekali saat harus keluar rumah. Kabar ini tentu menjadi peluang usaha bagi siapa pun yang ingin mendapat penghasilan tambahan di tengah situasi ekonomi yang cukup sulit akibat pandemi Corona. Mau tahu caranya? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

1.         Peluang usaha masker kain

      Seperti yang sudah kamu ketahui, bahwa masker medis sudah menjadi barang yang langka di tengah pandemi COVID-19. Masker medis, N95, dan sejenisnya sudah sulit ditemukan di pasaran. Kalaupun ada, harganya juga terbilang mahal. Bahkan saat ini masker medis dihargai sekitar Rp10.,000 untuk selembar masker. Padahal dengan harga segitu, sebelumnya kita bisa mendapatkan 3-5 masker.  Memang, dalam dunia ekonomi hal ini terbilang wajar. Saat permintaan akan suatu barang naik, persediaan barang akan semakin menurun. Menurunnya barang tersebut juga akan mengakibatkan kelangkaan sehingga harga akan naik.

Dengan adanya kondisi ini, tentu saja peluang usaha masker kain semakin tinggi. Banyak akun media sosial dan marketplace sudah mulai menjual masker kain. Di beberapa sentra konveksi pun sudah banyak produsen beralih memproduksi masker kain karena permintaan yang cukup besar. Peluang ini tidak hanya dimanfaatkan untuk pemilik produsen, tapi juga untuk supplier, pengecer hingga drop shipper.

Namun, usaha ini juga cocok untuk kamu yang selama ini bekerja di sektor informal dan terkena dampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan imbauan #dirumahaja dalam rangka menekan angka penyebaran virus COVID-19.

 

2.         Syarat masker kain yang baik

Sebelum memulai usahanya, kamu harus mengetahui syarat masker kain yang baik sehingga kamu  bisa memasarkan produk yang tepat untuk mengurangi penyebaran COVID-19. Berikut syarat-syarat masker kain yang direkomendasikan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), yaitu pusat pengendalian dan pencegahan penyakit di Amerika Serikat:

·      Menutup bagian tepi wajah

Pastikan masker kain cukup lebar hingga dapat menutupi bagian pangkal hidung serta sebagian besar pipi. Kamu bisa memilih model yang persis seperti masker bedah sekali pakai maupun yang bentuknya cenderung bulat seperti masker N95.

·      Memiliki tali pengikat atau karet telinga

Tali pengikat maupun karet yang digunakan untuk mengaitkan masker ke telinga harus dapat menjaga masker tetap berada di tempatnya selama kamu beraktivitas. Tali atau karet yang terlalu longgar berpotensi membuat kamu lebih banyak menyentuh wajah untuk membetulkan posisi masker.

·      Terdiri dari beberapa lapis kain

Mengingat setiap kain memiliki ketebalan dan kerapatan struktur serat kain yang berbeda-beda, menggunakan masker yang terdiri dari beberapa lapis kain akan lebih aman menahan percikan air liur atau keringat. Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan COVID-19 menyarankan masker kain minimal terdiri dari tiga lapis kain. Tentang materialnya, Johns Hopkins Medicine, menyarankan untuk menggunakan kain katun 100%, yaitu kain katun yang ditenun tanpa campuran benang lain. Cirinya adalah, kain ini tidak melar jika ditarik.

·      Tidak menghalangi jalan napas

Meskipun demikian, masker yang terlalu tebal juga tidak baik karena dapat menghalangi jalan napas. Coba terlebih dahulu masker kain pilihanmu. Pastikan kamu masih bisa bernapas, namun masker tetap menutupi bagian mulut dan hidung dengan sempurna. 

·      Jika dicuci tidak berubah bentuk

Beberapa jenis kain dapat mengalami perubahan bentuk jika bersinggungan dengan mesin cuci. Misalnya, kain bisa melonggar karena pusaran mesin atau sebaliknya menciut karena mesin pengering. Jika setelah kamu mencuci masker berubah bentuk, pilih bahan yang lebih kokoh.

 

3.         Kesalahan yang harus dihindari saat membuat masker kain

Setelah mengetahui syarat masker kain yang baik, untuk memulai usaha masker kain kamu, juga harus memastikan untuk menghindari kesalahan ini ketika membuatnya, karena masih banyak yang membuat masker kain tanpa memperhatikan sejumlah hal sehingga mengurangi efektivitasnya: 

·      Menggunakan warna polos

Panduan pembuatan masker kain yang dikeluarkan oleh Johns Hopkins Medicine, menyatakan bahwa warna polos harus dihindari, khususnya warna biru polos dan putih polos karena menyerupai masker bedah sekali pakai. Hal ini dapat menimbulkan kebingungan pada pengguna, khususnya jika bentuk, ukuran, serta jenis kain sangat mirip dengan masker bedah. Di Indonesia, di mana masker bedah dominan berwarna hijau, kamu juga bisa menghindari untuk membeli atau membuat masker dengan kain berwarna hijau. Jadi, sebaiknya masker kain dibuat dari kain yang bermotif.

·      Warna sisi luar dan dalam masker sama

Hal ini tidak disarankan karena pengguna nantinya bisa saja salah menggunakan sisi luar untuk bagian dalam dan sebaliknya. Tentu saja hal ini bisa membuat virus berpindah ke wajah, jika masker tersebut dilepas lalu digunakan kembali. Jadi, buatlah masker kain dengan warna atau motif berbeda. Namun, jika terpaksa menggunakan warna sama, paling tidak buatlah tanda pada bagian luar masker.

·      Kain terlalu tipis

Seperti yang sudah dibahas di atas, salah satu syarat masker kain adalah minimal terdiri dari tiga lapis kain. Masker kain yang tipis tentu membuat fungsi perlindungannya berkurang. 

·      Ukuran terlalu kecil

Sebaiknya, kamu menjual masker dengan berbagai ukuran sehingga pengguna bisa memilik masker dengan lebar sesuai wajah mereka. Sebagai patokan, ukuran masker bedah kurang lebih 17,5 x 9,5 cm dengan lipatan agar masker dapat ditarik menjangkau dagu. Namun, jika tidak menggunakan lipatan, buatlah yang berukuran lebih besar. 


******

Apa artikel ini bermanfaat bagimu? Bagikan artikel ini kepada yang lain jika menurutmu sangat inspiratif. Temukan lebih banyak lagi tips dan update tentang bisnis online lainnya hanya di website JX. Dan daftarkan segera toko online-mu untuk mendapatkan kemudahan pengiriman dan COD di: https://www.j-express.id/business-register 

More from Tips