Home > News > Perusahaan Kurir Diminta Menyiasati Aturan Ganjil-Genap oleh BPTJ

Perusahaan Kurir Diminta Menyiasati Aturan Ganjil-Genap oleh BPTJ

By Marketing | August 6th 2018, 11:57:38 AM

Kirab obor Asian Games 2018 memasuki Pekanbaru hari ini (01/08/2018) sebelum di tanggal 2 dan 3 Agustus 2018 beranjak ke Kota Bukit Tinggi. Arak-arakan kirab obor Asian Games 2018 ini berjalan pertama kali pada tanggal 17 Juli 2018 di DI Yogyakarta dan akan berakhir di Bung Karno Sports Stadium, Jakarta pada tanggal 19 Agustus 2018, sehari setelah upacara pembukaan diselenggarakan. Euforia Asian Games 2018 kian terasa mendekati hari dimulainya. Kirab obor yang melibatkan banyak tokoh politik, artis papan atas, hingga atlet ini selalu mencuri perhatian masyarakat Indonesia untuk menyaksikan secara langsung di jalan yang dilalui kirab ataupun melalui media sosial.

Perhelatan Asian Games 2018 yang tinggal dua minggu lagi ini juga menandakan Rekayasa Lalu Lintas Ganjil-Genap di beberapa ruas jalan di Jakarta resmi diberlakukan pada 31 Juli 2018 lalu. Selain pemberlakuan ganjil-genap nomor polisi kendaraan ini, dilakukan juga simulasi uji coba penutupan 19 pintu TOL Jakarta selama Asian Games 2018 berlangsung. 10 pintu TOL pertama diberlakukan mulai pukul 06:00-17:00 WIB yang meliputi TOL Ancol Barat, Jembatan Tiga 1, Angke 2, Tanjung Duren, Off Ramp RS Harapan Kita, Slipi 2, Podomoro, Rawamangun, Pedati, TMII. Dan penutupan 9 pintu TOL lainnya dimulai dari pukul 12:00-21:00 WIB untuk TOL Gedong Panjang 2, Jembatan Tiga 2, Angke 1, Jelambar 1, Slipi 1, Sunter, Jatinegara, Kebon Nanas, TMII.

Rekayasa Lalu Lintas ini dapat menjadi kendala bagi perusahaan jasa pengiriman dan kurir, seperti yang dikhawatirkan oleh Asperindo (Asosiasi Jasa Pengiriman Ekspress Pos dan Logistik). Salah satu cara yang ditempuh oleh Asperindo adalah dengan mengirim surat tembusan yang berisi permintaan dispensasi aturan ganjil-genap kendaraan kepada Kepala Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan, Bambang Prihartono seperti yang dikutip dari industri.bisnis.com (12/07/2018).

Sebelum mengirim surat tembusan tersebut, DPP Asperindo sudah terlebih dahulu mengirim surat keberatan kepada Gubernur Anies Baswedan atas sistem ganjil-genap di sejumlah ruas jalan arteri Jakarta. Asperindo merekes agar armadanya tetap bisa beroperasi di jalan-jalan yang terkena aturan ganjil-genap, mengingat Asperindo memiliki 205 anggota perusahaan kurir dan logistik dengan titik layanan kurang lebih 3.500. Menanggapi permintaan Asperindo ini, Bambang Prihartono yang mengaku sudah menerima surat tembusannya meminta kembali kepada perusahaan jasa pengiriman agar dapat mencari solusi terlebih dahulu sebelum surat tembusan terkait dispensasi diberikan.

Namun begitu, Bambang mengatakan pihaknya membuka kesempatan untuk berdiskusi bersama secara terbuka bagi asosiasi yang merasa diberatkan dengan kebijakan ini. Karena menurutnya Rekayasa Lalu Lintas Ganjil-Genap merupakan kebijakan publik dan milik bersama bukan hanya milik pemerintah, maka pihaknya terbuka untuk masukan terkait pengambilan keputusan tentang hal ini.

More from News